Lagi,
Menimbang nimbang, mengingat ingat tentang aku, kamu, dan kita
setiap
pemikiran tentu membawa pada sebuah keputusan, yang entah berakhir
pada kesedihan atau kebahagiaan. Dan aku memutuskan : perpisahan,
pertemanan. Berhenti dari hubungan yang kita jalani, semata mata hanya
karena aku letih untuk terus berlari, letih untuk terus membayangkan
kebahagiaan, sentuhan lembut, pelukan hangat yang tak akan pernah lagi
aku rasakan.
Kita berdua tentu sama sama sadar bahwa kita
berada di jalur yang berbeda, yang tidak akan pernah bertemu dalam satu
titik-sampai kapan pun. Aku tidak pernah menjadi apapun yang kamu
imajinasikan,
Aku mungkin harus belajar mendisiplinkan diri untuk
berpijak pada kenyataan, lebih realistis, serta tidak selamanya terlena
dalam mimpi dan harapan kosong, mimpi dan imajinasi konyol,
Kamu
tahu, terlalu mahal harga yang harus ku bayar untuk hubungan ini.
Terlalu sakit rasa yang harus ku tahan, dan terlalu munafik sikap sikap
yang kamu buat demi “membahagiakan sosok yang menyayangimu”. Bukan
dengan materi, tapi dengan hati dan air mata yang jatuh setiap malam,
aku sungguh lelah, lelah bermain dengan hati, lelah menyayangi tanpa
disayangi, dan lelah jika harus tetap begini, lelah berpura pura biasa,
lelah dalam segalanya.. Aku harap kamu mau mengerti.
aku
pergi. aku berhenti dan mengakhiri. Sayang itu tetap ada dan selamanya
ada. Ya, tentu saja aku tidak bisa hidup tanpamu. Tapi terlebih lagi
aku tidak bisa membayangkan setiap hari bersamamu bahagia bersama mu
dengan segala kemunafikan dan tuduhan tuduhan yang terus menyiksa
kepala dan jiwa. Apa itu menurutmu bisa mendatangkan bahagia?
Terlepas dari apakah yang sudah kita lakukan benar atau salah, aku
tetap berhutang terima kasih kepadamu Terimakasih telah menjadi teman
terbaik, terimakasih buat telinga yang selalu mendengarkan keluh kesah,
dan tentu saja untuk hati yang pernah kamu pinjamkan dan untuk harapan
yang pernah tercipta selama ini.
Terimakasih telah
membuat dua setengah taun seseru naik jet coster. Terimakasih telah
banyak memberi pengalaman baru dalam hidupku. Kalau ini bisa mengurangi
sesak di dada, ya, tentu saja semua kenangan tentangmu akan terus ada.
Maaf
kalau aku sering membuatmu tidak enak dengan tingkah kekanak kanakan
ku, sering tersinggung karena katakata egois ku, dan sering merasa
diperbudak oleh ku, walau mungkin tidak seperti yang kumau. Tapi kamu
tentu tau aku sayang kamu.
Be good, always. I hate saying goodbye. So see you later. :)
17januari2012 - tepat di usia 20 lebih 11 hari. dan seharusnya ak sadar lebih awal.
thanks Awk.. aku suka caramu hidup, lie, kamu hebat

bagus",,,like like like....hehe
BalasHapusthankyou Satria :)
BalasHapus